Demi sebuah pesanan

By omiyan

Saya bukan pendukung FPI atau simpatisan, cuman saya melihat sepertinya ada yang disengaja atau memang sesuatu yang direncanakan. Kenapa semua media begitu gencar memberitakan kesalahan dan kekejaman FPI terhadap aliansi AKKBB, kenapa media di indonesia seperti menganggap bodoh rakyat kita…apakah benar semua masyarakat menuntut pembubaran FPI, jawaban saya belum tentu justru dengan adanya FPI, mereka boleh dikatakan jadi penyeimbang terhadap kinerja Polisi yang tidak tegas terhadap keberadaan tempat tempat yang dianggap maksiat serta kelompok kelompok yang mencoba merongrong keberadaan keberagaman bangsa ini.

Saya cuma ingin agar kita tahu nggak akan ada akibat kalo tidak ada  penyebab dan penyebab nya ini memnag sengaja disembunyikan oleh sekelompok orang yang mempunyai kepentingan. FPI hanya membela akidah agama yang dianutnya dari rongrongan orang liberalis dan kita tahu bahwa seorang munarman adalah orang yang sangat dengan JIL (intelek tapi keblinger), jelas ini adalah jebakan politik yang memang udah direncanakan sebelumnya.

Saya hanya berharap kalo memang JIL dan kaumnya merasa benar tolong jangan obrak abrik agama ini (Islam) silahkan bikin agama baru mo agama orang keblinger ke, agama orang stress ke itu urusan ANDA !!! anda sendiri bilang kebebasan tapi disatu sisi anda telah mengekang suatu agama yang telah lama ada hampir 15 abad lalu sedangkan anda (JIL dan antek anteknya) paling banter umuran anda baru 20-50 tahun…….(mudah2mudahn anda mikir).

Pelajarilah Al-Quran dan Hadist dengan benar bukan karena pesanan.

Tag: , , , , , ,

Satu Tanggapan ke “Demi sebuah pesanan”

  1. Anti JIL Berkata:

    Betul semua ini adalah jebakan dari kelompok kaum liberal yang tidak senang dengan keberadaan kelompok pembela Islam…
    Saya cuma saran buat pendukung Gus Dur, ingat coy kalo betul Gus Dur itu ulama kenapa dia begitu dekat dengan kaum zionis yang notabene membunuh para syuhada Palestine yang merupakan umat muslim sendiri…Ingat Gusdur itu tak lebih dari seorang Dazal bermuka dua

Tinggalkan Balasan